Rabu, 13 April 2011

20 Fakta Menarik Tentang Mimpi

 

Setiap orang pasti bermimpi (ya, baca saja nomor 3). Tetapi, apakah Anda concern terhadap mimpi Anda atau hanya menikmatinya saja? Berbagai penelitian dilakukan untuk mencari tahu lebih banyak tentang misteri kehidupan manusia ini. Inilah beberapa fakta menarik (dari sumbernya ada 20, tapi saya pisah saja halamannya supaya tidak terlalu panjang) yang merupakan hasil penelitian tersebut:

1. Orang buta bermimpi
Orang yang buta setelah lahir dapat melihat gambar-gambar dalam mimpi mereka. Orang yang terlahir buta tidak melihat gambar apapun, tapi memiliki mimpi sadar yang melibatkan perasaan lain seperti pendengaran, penciuman, penyentuhan dan emosi. Sulit bagi orang yang tidak buta bermimpi, tapi keinginan tubuh untuk tidur sangat kuat sehingga tubuh mampu menangani semua situasi fisik secara virtual untuk menciptakan mimpi tersebut.

2. Anda lupa 90% mimpi Anda
Setelah 5 menit berjalan, setengah mimpi Anda akan terlupakan. Dalam 10 menit, 90% terlupakan. Penyair terkenal, Samuel Taylor Coleridge, bangun di suatu pagi, mengalami mimpi yang fantastik (kemungkinan karena kecanduan opium) – ia menulis di kertas dan mulai menceritakan “pemandangan di dalam mimpinya” yang kemudian menjadi salah satu puisi terkenal di Inggris. Setengah jalan (54 baris), ia terganggu oleh “Person from Porlock“. Coleridge kembali ke puisinya tapi tak dapat mengingat kembali seluruh mimpinya. Puisi tersebut tak pernah selesai.

In Xanadu did Kubla Khan
A stately pleasure-dome decree:
Where Alph, the sacred river, ran
Through caverns measureless to man
Down to a sunless sea.
[...]

Anehnya, Robert Louis Stevenson membuat kisah Doctor Jeckyll dan Mr. Hyde setelah ia bermimpi. Bisa dibaca di Wikipedia di sini. Cerita Frankenstein oleh Mary Shelley juga hasil dari mimpi.

3. Setiap orang bermimpi
Setiap manusia pernah bermimpi (kecuali karena kelainan psikologi yang ekstrim), tapi pria dan wanita memiliki mimpi yang berbeda dan reaksi fisik yang berbeda juga. Pria biasanya bermimpi tentang pria lain, sementara wanita biasanya bermimpi tentang pria dan wanita. Selain itu, pria dan wanita mengalami reaksi fisik seksual terhadap mimpi mereka apakah mimpi itu tentang seks atau tidak; pria mengalami ereksi dan wanita mengalami aliran darah vagina yang meningkat.

4. Mimpi mencegah psikosis
Dalam studi tidur terbaru, peserta yang terbangun di awal setiap mimpi, tapi masih punya 8 jam tidur tersisa, semuanya mengalami kesulitan dalam konsentrasi, iritabilitas, halusinasi, dan tanda-tanda psikosis setelah 3 hari. Ketika dibolehkan tidur REM, otak peserta kembali pulih dengan adanya peningkatan persentase tidur yang dihabiskan dalam tahap REM.

5. Kita hanya memimpikan apa yang kita tahu
Mimpi kita biasanya penuh dengan orang asing yang memainkan bagian-bagian tertentu – tahukah Anda bahwa pikiran Anda tidak menemukan wajah-wajah tersebut- semuanya wajah asli dari orang yang asli yang pernah Anda lihat sepanjang hidup, tapi tak pernah diketahui atau diingat? Pembunuh kejam dalam mimpi Anda tadi malam bisa jadi petugas pengisi bensin mobil Ayahmu ketika kamu masih anak-anak. Kita telah melihat ratusan ribu wajah sepanjang hidup, jadi kita punya suplai karakter yang tak terbatas untuk otak kita untuk digunakan selama bermimpi.

6. Tidak semua mimpi orang berwarna
12% mimpi orang yang tidak buta hanyalah hitam dan putih. Sisanya bermimpi penuh warna. Orang-orang juga memiliki tema yang umum dalam mimpi, yaitu situasi yang berhubungan dengan sekolah, dikejar orang, berlari pelan-pelan/di tempat, pengalaman seksual, jatuh, datang terlambat, orang yang hidup tiba-tiba meninggal, gigi Anda jatuh, terbang, gagal ujian, atau kecelakaan mobil. Tidak diketahui apakah dampak mimpi yang berhubungan dengan kekejaman atau kematian lebih dominan pada orang yang mimpinya berwarna daripada orang yang mimpinya hitam putih.

7. Mimpi tidak bercerita tentang apa mimpi itu
Bila Anda bermimpi tentang suatu subjek, belum tentu bahwa mimpi Anda tentang itu. Mimpi berbicara dalam bahasa yang sangat simbolis. Pikiran yang tak sadar mencoba membandingkan mimpi Anda dengan sesuatu yang lain, yang sama. Seperti menulis puisi dan berkata bahwa sekelompok semut seperti mesin yang tak pernah berhenti. Tapi Anda takkan pernah membandingkan sesuatu dengan itu sendiri, contohnya: “Matahari terbenam yang indah itu seperti matahari terbenam yang indah”. Jadi, apapun simbol yang diambil mimpi Anda, belum tentu menjadi simbol bagi dirinya sendiri.

8. Orang yang berhenti kecanduan sering bermimpi sadar
Orang yang berhenti merokok setelah waktu yang lama, dilaporkan mengalami lebih banyak mimpi sadar daripada yang dialami secara normal. Selain itu, menurut Journal of Abnormal Psychology: “Dari 293 orang yang berhenti kecanduan rokok selama 1 dan 4 minggu, 33% di antaranya mengalami setidaknya 1 mimpi tentang merokok. Di sebagian besar mimpi, subjek menangkap dirinya sendiri sedang merokok dan mengalami emosi negatif yang kuat, seperti panik dan rasa bersalah. Mimpi tentang merokok adalah hasil dari penarikan tembakau, sementara 97% subjek tidak mengalaminya ketika merokok, dan kemunculannya terkait dengan masa absen dari rokok. Mereka dinilai lebih sadar daripada mimpi biasa dan sama umumnya dengan tanda-tanda penarikan tembakau.”

9. Keinginan luar menyerang mimpi kita
Ini disebut Penggabungan Mimpi dan merupakan sebuah pengalaman yang banyak dari kita pernah mengalaminya ketika suara dari dunia nyata terdengar dalam mimpi kita dan digabungkan dengan cara tertentu. Contoh sejenis adalah ketika Anda secara nyata haus dan pikiran Anda menggabungkan perasaan Anda itu ke dalam mimpi. Pengalaman mimpi seseorang yaitu berulang kali meminum gelas air yang besar yang sangat memuaskan dalam mimpi, dan tiba-tiba haus kembali – haus… minum… haus… terus berputar hingga bangun tidur dan menikmati minuman yang nyata. Lukisan terkenal di atas (Dream Caused by the Flight of a Bee around a Pomegranate a Second Before Awakening) oleh Salvador Dali, menggambarkan konsep ini.

10. Anda lumpuh ketika Anda bermimpi
Percaya atau tidak, tubuh Anda secara virtual lumpuh sepanjang tidur – sepertinya untuk mencegah tubuh Anda bergerak karena mimpi Anda. Menurut artikel mimpi di Wikipedia, “Kelenjar mulai mengeluarkan hormon yang membantu mendorong tidur dan saraf mengirim sinyal ke saraf tulang belakang yang menyebabkan tubuh beristirahat dan kemudian lumpuh.”

11. Otak Anda aktif ketika bermimpi
Penelitian telah mengeluarkan bukti yang menyatakan berbagai macam aktivitas otak ketika tidur. Hal ini dibuktikan menggunakan teknologi EEG. Ilmuwan mengidentifikasi lima tahap berbeda ketika tidur, menurut perbedaan aktivitas di dalam otak. Tahap 1-4 dan tahap akhir disebut sebagai tidur rapid eye movement (REM; gerakan mata cepat). Ketika terbangun selama tidur REM, subyek (manusia) melaporkan mereka bermimpi. Dengan pengembangan teknologi citra otak terbaru di awal 1990-an, kita bisa tahu lebih banyak tentang aktivitas otak ketika tidur REM. Peneliti menemukan bahwa wilayah-wilayah tertentu dalam otak sangat aktif selama manusia dalam keadaan tidur REM, bahkan lebih aktif daripada saat bangun tidur. Penelitian telah menemukan bahwa wilayah visual tertentu dalam korteks manusia, yang mengartikan penglihatan kompleks, lebih aktif ketika tidur REM. Aktivitas yang kuat juga ditemukan di sistem limbik, yang merupakan sekumpulan struktur yang berhubungan dengan emosi manusia.

12. Hubungan hewan dan mimpi
Kita tidak bisa 100% pasti bahwa hewan bermimpi seperti manusia, tapi mereka masuk dalam keadaan tidur REM. Tidur REM terjadi di setiap mamalia, meskipun tak termasuk hewan monotrem yang bertelur di Australia. Hipotesis tidur REM, yang dicetuskan Frederic Snyder tahun 1966, menyatakan bahwa banyak mamalia bangun setelah memasuki keadaan tidur REM, sehingga ia menyimpulkan bahwa proses ini digunakan sebagai mekanisme pertahanan. Banyak burung juga memperlihatkan tanda-tanda tidur REM, tapi reptil dan hewan berdarah dingin tidak. Echidna juga masuk keadaan tidur REM, tapi hanya apabila lingkungan sekitarnya bersuhu 25°C. Anjing dan kucing juga mengalami keadaan tidur seperti ini.

13. Hubungan marijuana dan mimpi
Banyak orang yang menghisap marijuana melaporkan tidak bermimpi apapun, meskipun mereka telah berhenti, orang yang sama melaporkan mimpi sadar yang ekstrem. Banyak mimpi sadar terjadi ketika tidur REM, sehingga pertanyaan ilmiah yang logis ialah “Apakah marijuana (THC) mempengaruhi tidur REM?” Sebuah penelitian dilakukan tahun 1975 untuk membandingkan pola tidur pengguna marijuana dengan non-pengguna. Hasilnya memperlihatkan aktivitas pergerakan mata yang berkurang dan tidur REM yang kuran dalam kondisi THC (marijuana). Bukti ilmiah memperlihatkan hubungan penggunaan marijuana dengan kehilangan tidur REM dan mimpi, jadi apabila Anda menghisap marijuana dan tidak ingat apa mimpi Anda, maka Anda akan tahu mengapa.

14. Mimpi epik
Mimpi epik dapat dikatakan sangat sadar dan dapat mengubah kehidupan. Mimpi ini juga sangat menarik sehingga dapat membuat kesadaran yang lebih besar terhadap keadaan alami di sekitar Anda. Mimpi epik akan memberikan Anda sudut pandang yang segar dan baru terhadap aspek kehidupan. Ketika Anda terbangun dari mimpi epik, Anda akan merasa bahwa Anda telah menemukan sesuatu yang berharga atau menakjubkan. Mimpi epik akan tetap bersama Anda selama bertahun-tahun. Orang yang mengalami mimpi seperti ini sering melaporkan urutan cerita yang berlanjutan (episode) yang menceritakan kehidupan yang berbeda dan berlangsung. Banyak orang yang tidur selama mimpi epik, mengalami mimpi di dalam mimpi.

15. Perbedaan kelamin dalam mimpi
Banyak penelitian telah dilakukan untuk mempelajari perbedaan dalam mimpi pria dan wanita. Telah diperlihatkan bahwa wanita memimpikan kedua jenis kelamin, dan 67% waktu karakter dalam mimpi pria secara dominan bercerita tentang pria. Mimpi wanita lebih lama dan lebih emosional, sementara mimpi pria dilaporkan lebih kejam, lebih banyak mobil dan jalan. Rata-rata, 8% mimpi manusia meliputi aktivitas seksual. Perbedaan kelamin utama dalam mimpi seksual adalah pria sering bermimpi tentang tempat yang tidak diketahui atau tempat umum dan mimpi mereka sering menampilkan orang asing, sementara kebalikannya terjadi pada sebagian besar wanita. Wanita lebih sering memimpikan permukaan air yang tertutup, seperti kolam renang, danau, kolam ikan. Tentunya data ini didapat berdasarkan persentase umum dan belum tentu benar bagi setiap orang.

16. Kelumpuhan tidur
Kelumpuhan Tidur adalah kondisi yang mempengaruhi banyak orang di dunia. Hal ini berhubungan langsung dengan keadaan tidur REM dan mimpi. Kelumpuhan tidur berhubungan dengan atonia REM, yaitu keadaan kelumpuhan yang terjadi selama tidur REM. Seseorang mengalami kelumpuhan tidur ketika otak bangun dari siklus tidur REM, tapi keadaan lumpuh tetap terjadi. Orang tersebut sadar, tapi tak dapat bergerak. Mereka terus bermimpi dan dalam banyak kasus, mereka dapat mengalami secara visual mimpi mereka di dalam kamar mereka. Seseorang yang mengalami kelumpuhan tidur tidak sadar sepenuhnya, tapi tahu apa yang sedang terjadi. Pengalaman ini disebut sebagai gangguan pandangan terowongan. Keadaan lumpuh dapat diikuti oleh halusinasi ekstrem dan perasaan takut. Banyak klaim tentang penculikan oleh alien telah disebut sebagai kasus ekstrem kelumpuhan tidur.

17. Mimpi buruk vs. teror malam
Ernest Hartmann telah menerbitkan berbagai buku dan makalah tentang mimpi buruk. Karyanya menunjukkan bahwa tema mimpi buruk yang paling umum adalah dikejar sesuatu. Orang dewasa pada umumnya dikejar oleh seorang pria, sementara anak-anak menghadapi hewan atau makhluk fantasi. Mimpi buruk kurang umum pada orang dewasa dan anak-anak yang sering mengalaminya ketika usia tiga atau empat tahun dan tujuh atau delapan tahun. Sekitar 5-10% manusia mengalami mimpi buruk sebulan sekali atau lebih sering. Karya Hartmann memperlihatkan bahwa mimpi buruk secara langsung berhubungan dengan aktivitas sehari-hari dan indikator ketakutan atau kekhawatiran yang harus dikalahkan. Sejumlah pemicu mimpi buruk ialah penyalahgunaan obat-obatan, peristiwa yang traumatik, atau kehilangan orang yang disayangi. Teror malam sedikit berbeda dari mimpi buruk. Terjadi selama satu atau dua jam pertama tidur dan ketika siklus mata non-cepat. Teriakan yang keras biasa muncul. Orang yang tidur sulit bangun dan sering mengingat tidak lebih dari satu perasaan yang luar biasa atau satu adegan tunggal. Teror malam kurang umum daripada mimpi buruk. Anak-anak berusia dua hingga enam tahun paling sering mengalami teror malam, dan dialami oleh sekitar 15% anak-anak di seluruh dunia.

18. Mimpi terkenal
Mimpi sering dihubungkan dengan peristiwa dunia yang berubah dan berpengaruh. Mary Shelley menulis Frankenstein setelah bermimpi tentang monster. “Aku melihat fantasme tersembunyi dari seseorang yang bangun, dan kemudian, mesin yang bekerja, memperlihatkan tanda-tanda kehidupan, dan bercampur dengan gerakan gelisah dan setengah vital.” Elias Howe adalah seorang perintis mesin jahit yang mempengaruhi produk tersebut di pertengahan abad ke-19. Ia berkata bahwa ia mengalami mimpi sadar tentang sekelompok kanibal yang bersiap memasaknya. Mereka menari di sekitar api dan menggerakkan tombak ke atas dan ke bawah. Howe mengetahui bahwa di kepala setiap tombak ada lubang kecil, yang memberikannya ide memasukkan benang melalui lubang jarum di dekat ujungnya, bukan di ujung lain. Itulah inovasi besar yang menjadikan penjahitan mekanis bisa dilakukan. Ilmuwan Friedrich August Kekulé menemukan struktur kimia yang tidak mungkin pada benzena (C6H6) setelah bermimpi tentang sekelompok ular yang menelan ekor mereka. Tahun 1953, James Watson dan Francis Crick menemukan struktur DNA. Watson kemudian melaporkan bahwa ide itu datang kepadanya setelah memimpikan serangkaian tangga spiral. Beberapa hari sebelum kematiannya, Abraham Lincoln membicarakan mimpi bersama istrinya ketika ia melihat sebuah mayat terbungkus kain pemakaman yang dikelilingi ratusan pelayat. Ia diberitahu oleh seorang tentara bahwa ia akan dibunuh.

19. Dengkuran yang kronis menyebabkan kelainan tidur
Mendengkur adalah masalah besar bagi jutaan orang. Banyak orang yang mengalami dengkuran kronis mengalami kelainan tidur REM. Selama tidur REM, seseorang akan mengalami pernafasan yang tidak teratur, peningkatan tekanan darah, mimpi sadar, dan kelumpuhan. Orang yang mendengkur memang bermimpi, tapi tak akan ingat mimpi tersebut sesering orang yang tidur secara normal. MEreka akan sering mengalami kelainan tidur REM. Kelainan ini adalah kondisi ketika seseorang tidak mengalami kelumpuhan apapun ketika mereka tidur. Kehilangan kelumpuhan dapat menyebabkan orang-orang secara nyata bergerak di luar mimpi mereka. Kelakuan fisik tersebut meliputi berbicara, berteriak, menonjok, menendang, melompat dari tempat tidur, mengayunkan tangan, dan bahkan memegang. Orang itu akan tetap tidur, tetapi bergerak di luar mimpi mereka dan tidak akan ingat aktivitas atau mimpi tersebut keesokan harinya.

20. Mimpi sadar membantu Anda belajar
Tidur REM berawal ketika sinyal dipancarkan dari dasar otak, sebuah daerah yang disebut pons. Pons mendistribusikan sinyal ke thalamus, yang mengarahkan mereka ke cerebral cortex. Cerebral cortex adalah daerah otak yang mengatur belajar, berpikir, dan memperoleh informasi. Pons juga mengirim sinyal yang mematikan saraf di saraf tulang belakang, menyebabkan kelumpuhan sementara selama tidur REM. TIdur REM mengaktifkan daerah otak yang kita gunakan untuk belajar. Ini bisa jadi faktor yang sangat penting dalam pengembangan otak normal selama bayi. Sekelompok orang diajarkan kemampuan (pelajaran) yang sama dan hasilnya, sebagian besar orang yang mengalami keadaan tidur REM di malam hari mampu melakukan kemampuan tersebut keesokan harinya. Teori ini disebut Hipotesis Ontogenetik tidur REM.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar